KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
BioXperience
Klasifikasi Makhluk Hidup
Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokkan organisme berdasarkan kesamaan dan perbedaan ciri. Tujuan utamanya adalah mempermudah kita dalam mempelajari, mengenali, dan membandingkan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah di bumi.
4 Perkembangan Sistem Klasifikasi
Pelajari empat pendekatan utama yang digunakan oleh para ilmuwan taksonomi untuk mengelompokkan organisme.
1. Klasifikasi Sistem Alamiah
Dasar: Adanya persamaan sifat alami, terutama sifat morfologinya (bentuk fisik luar).
Sistem ini mengelompokkan makhluk hidup secara alami seperti yang terlihat di alam tanpa rekayasa kriteria kegunaan.
- Hewan berkaki empat, hewan bersayap, hewan berenang.
- Tumbuhan berkeping satu (monokotil) dan berkeping dua (dikotil).
2. Klasifikasi Sistem Buatan (Artifisial)
Dasar: Pengelompokan berdasarkan kegunaannya atau manfaat praktis bagi manusia.
Mengutamakan kriteria yang mudah diamati secara praktis demi mempermudah pemanfaatan sehari-hari.
- Tumbuhan obat (kunyit, jahe) vs Tumbuhan hias (mawar, anggrek).
- Tumbuhan pangan (padi, jagung) vs Tumbuhan industri (karet, kelapa sawit).
3. Klasifikasi Sistem Filogenetik
Dasar: Jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar organisme berdasarkan teori evolusi.
Mencerminkan sejarah asal-usul perkembangan evolusi makhluk hidup (menggunakan pohon filogeni).
- Orangutan lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse daripada dengan monyet.
- Pengelompokan Vertebrata berdasarkan evolusi ruang jantung jantung & penutup tubuh.
4. Klasifikasi Sistem Modern
Dasar: Hubungan kekerabatan, ciri gen/kromosom, serta ciri biokimia & molekuler (DNA/RNA).
Sistem paling presisi yang menggabungkan taksonomi anatomi dengan analisis sekuens genetik canggih.
- Pemisahan Bakteri dan Archaebakteria berdasarkan perbedaan sekuens RNA ribosom (rRNA).
- Filogenetik molekuler menggunakan analisis perbandingan DNA nukleus dan mitokondria.
https://wayground.com/join?gc=07829657&source=liveDashboard
KODE 07829657